SURABAYA(Suarapubliknews) - Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018 yang diselenggarakan Harian Kompas. Kota Pahlawan berhasil meraih nilai tertinggi untuk kategori Kota Metropolitan. Penghargaan ini, secara langsung diterima oleh Wali Kot LaporanWartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat. TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH-Dalam rangka menyambut hari anak nasional dan Hut Polantas, serta hari kemerdekaan Republik Indonesia, Satlantas Presta Bogor Kota melaksanakan kegiatan lomba cerdas cermat yang dilaksanakan di Aula Mapolresta Bogor KotaSurabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya secara umum berada pada indeks kategori rendah. Komponen tertinggi ditunjukkan oleh Kemampuan Memahami, dengan skor indeks literasi digital 46,8%, pengguna internet Indonesia naik 8,9% dari 171,2 juta pada 2018 menjadi 196,7 juta per IndeksKota Cerdas Indonesia (ICKI) tahun 2018, Kota Malang masuk peringkat III sebagai kota besar setelah Kota Denpasar dan Surakarta. Total skor indeks yang diperoleh sebesar 60,21 dari 6 indikator yakni pemerintahan, ekonomi, lingkungan, masyarakat, kualitas hidup dan pergerakan atau mobilitas penduduk. Acarayang termasuk dalam rangkaian Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2019 ini akan berlangsung dari 18-19 November 2019. Indeks; Beranda; Utama; RKCI 2019, Upaya ITB Mewujudkan Kota-kota di Indonesia Menuju Smart City Pada periode kepemimpinan Wali Kota Bandung sekarang, dari 2018-2023 smart city sudah menjadi prioritas dengan Surabaya(ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam beberapa kesempatan memaparkan penerapan konsep "Smart City" atau "Kota Cerdas/Pintar" saat menjadi pembicara di forum-forum internasional selama 2018. oSW57. Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 – JAKARTA – Penelitian dan Pengembangan Media Kompas KG Media berhasil menduduki peringkat pertama dalam Indonesia Smart City Index IKCI 2018 kategori Kota Kecil, memberikan kota Padang Panjang, Rabu 9/1. Penghargaan diserahkan oleh CEO KG Media Andi Budiman yang diterima langsung oleh Walikota Padangpanjang H. Marwilis, SH, MA dan Kepala Bidang Elektronika Pemerintah Ario Dian Pratama, ST . Usai menerima penghargaan, para pemenang terbaik dari masing-masing kategori tampil dalam talkshow bersama para pakar untuk membahas apa yang sudah dan akan dilakukan oleh masing-masing kabupaten, termasuk Kota Padangpanjang. Kota Gunungsitoli Mendapat Predikat Sebagai Salah Satu Kota Yang Inovatif » Pemko Gunungsitoli Pertemuan tersebut diadakan untuk para peserta bertukar pikiran dan ide-ide inovatif untuk diterapkan di daerah-daerah nantinya. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Fadli Imran dengan sangat bangga mengucapkan terima kasih atas capaian yang diraih Kota Padang Panjang saat ini yang ditegaskan kembali oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang sendiri. “Alhamdulillah, di awal tahun 2019 ini Padangpanjang penuh dengan prestasi, dan kami berharap ini menjadi prestasi yang berkelanjutan kedepannya, dan Kota Padangpanjang semakin maju dan dapat menjadi pemacu bagi daerah lainnya,” ujar Fadli. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Marwilis, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Padanganjang, bangga Kota Padanganjang menjadi kota kecil yang berhasil meraih Smart City Award. Binder17jan19 By Harian Bhirawa “Kami tidak bisa berhenti sampai di sini, apalagi puas dengan penghargaan yang kami terima ini, karena ke depan kami memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadapi kemajuan Kota Padang Panjang selanjutnya, dan kami berharap dapat melakukannya dengan baik,” harap Marwilis. . Untuk peringkat pertama, Kota Padangpanjang saat itu memiliki skor 55,14, sedangkan Kota SungaiFull meraih peringkat kedua dengan skor 55,02 dan Kota Solok di peringkat ketiga dengan skor 51,64 yang diukur KG Media secara berkala. Del Tangerang Selatan masuk dalam Indonesia Smart Cities Index IKCI 2018 kategori kota urban dengan skor 61,68. “Berapapun nilainya, ini angka yang harus dievaluasi agar lebih baik ke depan,” kata Arin Rashmi Dayani, Wali Kota Tangerang Selatan. Airin mengatakan, Tangsel saat ini fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Dengan memberikan pelatihan baik kepada Aparatur Sipil Negara ASN maupun masyarakat melalui masyarakat di Tangsel. Terus Berbenah, Mewujudkan Salatiga Smart City Yang Sesungguhnya Erin mengatakan, peran partisipasi masyarakat sangat penting untuk membangun smart city. Tanpa partisipasi warga, akan sulit untuk mengimplementasikan program dan rencana di perkotaan. Kota pintar Tangsel tidak hanya menyediakan infrastruktur untuk pelayanan publik, tetapi juga mendorong masyarakat dan industri kreatif melalui berbagai kursus dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Tangsel menerapkan pelayanan publik secara elektronik, dan seluruh sistem pelayanan dipantau secara langsung dan transparan, seperti aplikasi pelaporan jalan rusak Simanja. Sementara itu, General Manager Research and Development R&D Harian Kompas F Harianto Santoso mengatakan, walikota menjadi chief executive officer CEO kota agar tidak hanya membuat kota menjadi lebih modern, tetapi juga mampu untuk kemakmuran warga negara. Pdf Kesiapan Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan Kota Cerdas Di Bandung Dan Surabaya “Masyarakat adalah inti fundamental dari smart city. Ini juga yang menjadi alasan mengapa dalam penilaian IKCI 2018 kami lebih fokus pada dimensi komunitas. Tangsil, Surabaya dan Semarang berhasil mencapai tujuan tersebut tanpa mengesampingkan dimensi lainnya. ” Tinggi Jakarta, – Di awal tahun 2019, Kota Malang kembali meraih gelar Indonesia Smart City Index IKCI tahun 2018 kategori Kota Besar. Rabu 9/1/2019. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Wakil Pangdam Kompas Kota, Budiman Tanredjo kepada Walikota Malang Dr. Sutyaga. IKCI merupakan kota yang dinilai berhasil menerapkan konsep smart city. Sebanyak 93 kota di Indonesia dinilai menggunakan serangkaian dimensi dan metode standar. Agar penilaiannya seimbang, kota-kota tersebut dibagi menjadi empat kategori berdasarkan jumlah penduduknya, yaitu megacity, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Antariksa Nasional. Skor peringkat berkisar dari 1 hingga 100. 12 kota dipilih, dan peringkat I, II, dan III diberikan untuk setiap kategori. “Kota akan menjadi tujuan terakhir pergerakan manusia. Sekitar 50 persen penduduk Indonesia kini tinggal di perkotaan. Perkembangan yang terjadi secara alami harus dibarengi dengan pengelolaan kota yang kompeten bagi penduduknya,” ujar Harian Kompas Ninok Mardiana Pampudi , Pemimpin Redaksi Jakarta. Kota Malang dalam IKCI 2018 menduduki peringkat ketiga kategori kota besar setelah Kota Denpasar dan Kota Surakarta dengan skor 60,21 dari 6 indikator seperti lingkungan, ekonomi, tata kelola, kualitas hidup, masyarakat dan mobilitas. Menurut survei dan evaluasi, peringkat tertinggi disumbangkan oleh Kota Malang dari dimensi komunitas komitmen, kualitas hidup dan lingkungan. Semarang Raih Peringkat 2 Sebagai Kota Metropolitan Versi Indeks Kota Cerdas Indonesia ikci 2018 Walikota Malang mengatakan dalam wawancara bahwa penghargaan hari ini akan menjadi insentif bagi kota Malang. “Tujuan smart city adalah kota dan penduduknya. Pemerintah harus mampu memenuhi aspirasi masyarakat dan pemerintah harus cerdas menyampaikan apa yang diinginkan masyarakat.” kata Pak Aji yang biasa dipanggil walikota Malang. Ibu Posted in Berita Terkini, Dokumentasi, Headline Tagged with Feature, Kota Miskin, Kota Malang Raih Penghargaan Indonesia Smart City Index Museum swasta Tomoron di Surakarta terbuka untuk umum secara privat dan gratis © Foto Vita Ayu Anggraini Sejak saat itu, banyak orang yang bermigrasi ke perkotaan. Alasannya sederhana, karena diyakini lapangan kerja lebih banyak tersedia di perkotaan. Untuk mengambil contoh ibu kota Indonesia, Anda dapat melihat bahwa pada musim perayaan atau Natal, ibu kota Jakarta sangat sepi karena banyak orang yang mudik. Hal ini menunjukkan bahwa hanya sedikit penduduk Jakarta yang merupakan penduduk asli Jakarta sendiri. Rapat Evaluasi Program Pembangunan Kota Bogor Menuju Kota Cerdas smart City Menurut data Badan Pusat Statistik BPS tahun 2010, proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan adalah 49,8%. Pada tahun 2030, proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan mencapai 63,4 persen. Dengan meningkatnya populasi di kota-kota, efek dan masalah tidak bisa dihindari. Tuntutan muncul pada kebutuhan masyarakat untuk dilayani oleh berbagai utilitas publik. Perekonomian juga diharapkan berjalan lancar sehingga warga dapat hidup sejahtera tanpa melebarkan ketimpangan. Yang tak kalah mendesak adalah pelestarian kelestarian lingkungan. Solusi untuk masalah dan perbaikan mulai muncul di setiap kota. Dari semua solusi dan perbaikan tersebut, Kompas mulai menyusun Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI tahun 2018. Indikator ini menunjukkan besar dan luasnya keterlibatan setiap kota dalam penerapan konsep smart city. Dalam Indeks IKCI 2018, 93 kota dari 98 kota masuk dalam proses penghitungan indeks. Ke-93 kota tersebut dikelompokkan menurut jumlah penduduk yang dibagi menjadi empat kategori; kota besar atau kota dengan populasi setidaknya satu juta; Megacity, wilayah dengan populasi lebih dari hingga kurang dari satu juta orang; kota sedang yang luasnya lebih dari sampai jiwa; dan kota-kota kecil dengan tidak lebih dari penduduk. Studi Tiru Pengembangan Smart City, Dprd Bersama Opd Rembang Kunjungi Bumi Projotamansari Indikator ini berfokus pada Lingkaran Kota Cerdas Boyd Cohen. Dimana lingkungan, mobilitas, pemerintahan, ekonomi, masyarakat dan kualitas hidup merupakan indikator normatif. Di dalam lingkaran tersebut, smart city dibangun dari berbagai aspek yang dapat dikelompokkan menjadi enam pilar, yaitu lingkungan, mobilitas, pemerintahan, ekonomi, masyarakat, dan kualitas hidup. Bobot terbesar dari enam elemen smart city terletak pada aspek kemasyarakatan, terutama dalam kaitannya dengan pendidikan, kreativitas, dan inklusivitas. Dan Kordin Coworking Space untuk mendorong industri kreatif. Selain itu, terdapat rumah bahasa yang dapat melayani warga yang belajar bahasa asing secara gratis. Teknologi juga turut membantu kelancaran pendidikan di Surabaya. Pemalang Menuju Smart City LABEL Indonesia Smart City Index 2018 Surabaya Smart City Semarang Tangerang Selatan Denpasar Surakarta Malang Manado Salatiga Yogyakarta Padang Sungai panjang penuh keindahan Artikel ini dibuat oleh Sahabat GNFI, sesuai dengan Aturan Penulisan GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Penulisan laporan. Terima kasih telah melaporkan penyalahgunaan yang melanggar aturan atau praktik penulisan GNFI. Kami terus berusaha untuk menjaga agar GNFI tetap bersih dari konten yang tidak termasuk di sini. 6 Isi Pengantar oleh Ronnie Primanto Bagian 1. Ide dari Yoga 1. Warisan, Saujana, Ekonomi Budaya dan Digitalisasi 2. Panggung Virtual Pondok Gotong Royong di Era Digital 3. Membangun Sistem Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Menggunakan Wonders App 4 .Yogyakarta Digital Encyclopedia 5. Gerakan Sosial Berbasis Konvergensi Budaya, Best Practices bagi Komunitas Multikultural di Yogyakarta 6. Becak Yogyakarta Moda Transportasi Tradisional untuk Media Komunitas Pertanian, Industri, dan Masyarakat 7. Kecerdasan Berbasis Budaya Kota 8. Perempuan Masa Kini Bagian Dua . Spirit Budaya di Jogja Smart Province 9. Jogja Smart Province dan Keistimewaan E-Learning Yogya 10. Smart Culture 11. Nilai Filosofis Yogyakarta 5 Biodata Penulis 8 Pengantar oleh Rony Primanto Kepala Kominfo DIY Gerakan Menuju 100 Smart Cities dan gerakan Electronic Creative Digital Literacy GNLD yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan partisipasi aktif berbagai pemangku kepentingan telah dampak yang besar. Kota-kota di seluruh nusantara mulai terjebak dalam distrik pintar yang sedang berkembang. Peradaban digital mulai ditata dengan baik atas dasar moralitas dan etika yang luhur. Kedua gerakan tersebut menyadarkan masyarakat akan pentingnya kehidupan digital modern yang harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai. Yang terjadi sekarang adalah masyarakat kaya akan teknologi canggih tetapi miskin moral dan etika. Akibatnya, media digital didistorsi dan disalahgunakan sebagai sarana untuk mengobarkan penipuan, ujaran kebencian, cyberbullying, cyberradicalism, cyberterrorism, dan pornografi. Khawatir dengan penurunan tersebut, masyarakat Yogya mendambakan tumbuhnya daerah-daerah cerdas yang mengedepankan nilai-nilai luhur. Digitalisasi dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi berbasis budaya secara maksimal. Inilah highlight dari buku yang merupakan bagian dari Seri Literasi Digital yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI ini. Bagian pertama buku ini menyajikan pemikiran-pemikiran para Humanis Yogya. Selain mengungkapkan gagasan tentang digitalisasi berbasis budaya, beberapa penulis memaparkan pengalaman Yogya dalam mengkonstruksi kehidupan digital untuk meningkatkan budaya. Bagian kedua buku ini membahas tentang perkembangan rencana umum Prefektur Pintar Jogja yang sarat dengan nilai-nilai budaya filosofis. Sebelum tim ahli dan tim penyusun menyusun rencana induk ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika DIY Kota Cerdas Cerminan Pemimpin Dan Masyarakat Yang Cerdas Semarang, Idola FM – Sebanyak 12 kota menerima penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 yang diberikan harian Kompas Rabu 09/01/2019. Penghargaan diberikan kepada kota yang berupaya menerapkan konsep kota cerdas berdasarkan penilaian dan pembobotan enam dimensi yang dikembangkan Boyd Cohen, pegiat kota cerdas internasional. Keenam dimensi itu mencakup lingkungan cerdas, mobilitas, pemerintahan, ekonomi, masyarakat, dan kualitas hidup. Dimensi masyarakat dengan indikator keterhubungan internet, penetrasi telepon seluler, partisipasi warga, tingkat pendidikan, imigrasi, dan pekerjaan industry kreatif memperoleh pembobotan skor paling tinggi. Penilaian berdasarkan dimensi dan pembobotan nilai yang melibatkan penilaian 12 pakar, menghasilkan 12 kota dengan skor tertinggi yang terbagi dalam 4 kategori Kota Metropolitan Surabaya, Semarang, Tangerang Selatan, Kota Besar Denpasar, Surakarta, Malang, Kota Sedang Manado, Salatiga, Yogyakarta, dan Kota Kecil Padang Panjang, Sungai Penuh, Solok. Lima kota di DKI Jakarta tidak ikut dinilai karena tidak memiliki DPRD kota dan tanpa APBD. Lantas, proses penilaian selama ini—indicator apa saja yang dinilai? Dalam mewujudkan sebagai kota cerdas—apa faktor kuncinya? Hal krusial apa yang masih menjadi kendala utama sehingga sebuah kota masih belum bisa dikatakan kota cerdas? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Sosiolog dari Universitas Indonesia UI yang juga salah satu juri Indeks Kota Cerdas Indonesia Daisy Indira Yasmin. Heri CS Berikut wawancaranya JAKARTA - Kado indah turut mengisi awal tahun Kota Denpasar. Ibu kota Provinsi Bali yang dipimpin Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara ini berhasil menjadi Kota Besar dengan raihan tertinggi Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI Tahun 2018 dengan nilai 61,70. Angka tersebut berhasil mengungguli kota besar lainya yakni Kota Surakarta pada posisi kedua dengan nilai 61,03 dan Kota Malang di posisi ketiga dengan nilai 60,23. Penghargaan yang digagas salah satu media terkemuka di Indonesia ini diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra turut menjadi narasumber dalam sharing tentang Kota Cerdas bersama kepala daerah lainya. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengungkapkan bahwa penilaian tersebut dilakukan dengan berdasarkan model Lingkaran Kota Cerdas oleh Boyd Cohen. Dimana terdapat 6 indikator penilaian yakni lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas tahun 2018 sebanyak 93 kota di Indonesia turut andil dalam penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia ini. Terdapat empat kategori yang menjadi acuan yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal 1 juta jiwa, kota besar, yaitu daerah yang berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa hingga kurang dari 1 juta jiwa, kota sedang, daerah berpenghuni lebih dari 100 ribu jiwa hingga 500 ribu jiwa. Serta kategori kota kecil, atau yang berpenduduk paling banyak 100 ribu Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar terus berupaya melakakukan berbagai inovasi untuk semakin meningkatkan kualitas kota dan masyarakat dari berbagai aspek baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas dan program pemberdayaan dilakukan seperti revitalisasi sungai dan pasar tradisional, pembinaan UMKM dan wirausaha muda, berbagai festival unjuk kreatifitas masyarakat serta pemberdayaan ODGJ melalui Rumah berdaya."Kedepan kami akan fokus tentang ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan kebudayaan, serta yang terpenting bagaimana program dan inovasi pemerintah ini dapat dirasakan kemanfaatnya oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat itu sendiri," jelas Rai lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar pun terus berbenah melalui berbagai inovasi untuk memudahkan akses perlayanan publik untuk masyarakat, seperti adanya Mal Pelayanan Publik di Gedung Graha Sewaka Dharma yang memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi dan pelayanan lainnya dalam satu gedung. Tidak hanya itu, masyarakat juga dimudahkan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan secara online melalui aplikasi PRO Denpasar, serta berbagai pelayananan yang disediakan secara online sehingga bisa diakses kapan pun dan dimana pun. Sedangkan di bidang lingkungan Pemkot Denpasar sudah mulai menginisiasi untuk pengurangan sampah plastik, bahkan sudah mengeluarkan Perwali dimana mulai 1 Januari 2019 pasar pasar modern dan pasar tradisional dilarang menyediakan kantong plastik. Pada bidang ekonomi, Pemkot Denpasar juga sudah melakukan menerapkan sistem pembayaran non tunai, sementara dibidang mobiltas Denpasar sudah mulai menyediakan angkutan bus sekolah gratis yang dilengkapi berbagai aplikasi yang canggih dan pemasangan sejumlah CCTV di beberapa titik strategis Kota Denpasar.“Kami dari Pemkot Denpasar terus mengupayakan adanya berbagai inovasi-inovasi yang dapat kami terapkan untuk kemudahan masyarakat. Tidak hanya fasilitas fisik, namun juga berbagai program pemberdayaan yang nantinya akan berdampak meningkatkan kualitas, kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar," ungkap Rai Mantra.akr › Utama›Ada 12 Kota Raih Penghargaan... SEKAR GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS Pemberian penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 diberikan oleh Kompas di Jakarta, Rabu 9/1/2019. Penghargaan diberikan kepada sembilan kota di KOMPAS — Sebanyak 12 kota di Indonesia meraih penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 yang diberikan Kompas, Rabu 9/1/2019. Penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang yang dinilai berhasil menerapkan konsep kota cerdas atau smart city.”Kota akan menjadi tujuan terakhir dalam pergerakan manusia. Sekarang ada sekitar 50 persen penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Perkembangan yang secara alamiah terjadi itu harus disertai dengan pengelolaan kota yang mumpuni bagi warga,” kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy di Jakarta. Penilaian untuk Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dilakukan terhadap 93 kota otonom. Penilaian didasarkan pada data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan sejumlah institusi resmi penilaian setara, kota-kota tersebut dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Skor penilaian berkisar dari angka 1 hingga GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy kanan berfoto bersama tiga wali kota pemenang Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 pada kategori Kota Metropolitan, yaitu Surabaya, Semarang, dan Tangerang Selatan, Rabu 9/1/2019, di kategori Kota Metropolitan, peringkat pertama IKCI 2018 diraih Surabaya dengan skor 67,03. Peringkat selanjutnya diraih Semarang dan Tangerang Selatan dengan skor 63,69 dan 61, pertama IKCI 2018 dalam kategori Kota Besar diraih Denpasar dengan skor 61,7. Surakarta dan Malang menyusul di peringkat kedua dan ketiga pada kategori yang sama dengan skor 61,5 dan 60, kategori Kota Sedang, peringkat satu diduduki Manado dengah skor 59,04. Salatiga dan Yogyakarta menyusul dengan skor 58,99 dan 58, Panjang meraih skor 55,15 pada kategori Kota Kecil dan meraih peringkat pertama. Sementara itu, Sungai Penuh dan Solok meraih peringkat selanjutnya dengan nilai 52,01 dan 51, enam dimensi penilaian IKCI 2018. Dimensi yang dimaksud adalah lingkungan smart environment, mobilitas smart mobility, pemerintah smart government, ekonomi smart economy, masyarakat smart people, dan kualitas hidup smart living.”Penekanan bobot penilaian IKCI 2018 ada pada pembangunan manusia dan manfaatnya untuk masyarakat,” kata juga Mengukur Kota, Menyejahterakan WargaGeneral Manager Litbang Kompas Harianto Santoso menyatakan, IKCI pertama kali diperkenalkan Kompas pada tahun 2015. Saat itu Kompas memublikasikan kota-kota di Indonesia yang jumlahnya 93 kota otonom dan 5 kota administrasi melalui liputan setiap hari. Selain infografik memuat statistik deskriptif, juga dipaparkan arah pembangunan kota dalam liputan kembali melakukan pengukuran kota pada tahun 2018. Prinsipnya adalah melanjutkan indeks yang sudah dilakukan tiga tahun sebelumnya. Sesuai dengan kaidah ilmiah, dilakukan beberapa penyesuaian dalam pengukuran. Mengenai indeks itu sendiri, dilakukan penyesuaian dari sebelumnya dimensi dengan tiga aspek menjadi enam aspek. Kali ini indeks mengadopsi model yang dikembangkan oleh Boyd Cohen, seorang penggiat kota cerdas di tataran Harianto, penilaian IKCI kali ini melibatkan 12 pakar dari disiplin ilmu berbeda-beda di antaranya pakar perencanaan perkotaan, sosiologi, dan bidang keahlian lain. Panitia merekrut mereka untuk melakukan penilaian atas aspek dimensi serta turunannya, begitu pula penilaian atas status kota itu sendiri. SEKAR GANDHAWANGI Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra tengah Kado awal tahun 2019 diterima Kota Denpasar. Ibu kota Provinsi Bali yang dipimpin Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara ini berhasil menjadi Kota Besar dengan raihan tertinggi Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dengan nilai 61,70. Angka tersebut berhasil mengungguli kota besar lainya yakni Kota Surakarta pada posisi kedua dengan nilai 61,03 dan Kota Malang di posisi ketiga dengan nilai 60,23. Penghargaan yang digagas oleh media nasional ini diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Jakarta 9/1/2019. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, mengungkapkan, penilaian tersebut dilakukan dengan berdasarkan model Lingkaran Kota Cerdas oleh Boyd Cohen. Ada 6 indikator penilaian, yakni lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas hidup. Di tahun 2018, sebanyak 93 kota di Indonesia turut andil dalam penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia ini. Terdapat empat kategori yang menjadi acuan yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal 1 juta jiwa, kota besar, yaitu daerah yang berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa hingga kurang dari 1 juta jiwa, kota sedang, daerah berpenghuni lebih dari 100 ribu jiwa hingga 500 ribu jiwa. Serta kategori kota kecil, atau yang berpenduduk paling banyak 100 ribu jiwa. Rai Mantra mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar terus berupaya melakakukan berbagai inovasi untuk semakin meningkatkan kualitas kota dan masyarakat dari berbagai aspek baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas dan program pemberdayaan dilakukan seperti revitalisasi sungai dan pasar tradisional, pembinaan UMKM dan wirausaha muda, berbagai festival unjuk kreativitas masyarakat serta pemberdayaan ODGJ melalui Rumah berdaya. "Ke depan, kami akan fokus tentang ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan kebudayaan, serta yang terpenting bagaimana program dan inovasi pemerintah ini dapat dirasakan kemanfaatnya oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat itu sendiri," jelas Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar pun terus berbenah melalui berbagai inovasi untuk memudahkan akses perlayanan publik untuk masyarakat, seperti adanya Mal Pelayanan Publik di Gedung Graha Sewaka Dharma yang memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi dan pelayanan lainnya dalam satu gedung. Masyarakat juga dimudahkan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan secara online melalui aplikasi PRO Denpasar, serta berbagai pelayananan yang disediakan secara online sehingga bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Sedangkan di bidang lingkungan, Pemkot Denpasar sudah mulai menginisiasi untuk pengurangan sampah plastik, bahkan sudah mengeluarkan Perwali mulai 1 Januari 2019 pasar modern dan pasar tradisional dilarang menyediakan kantong plastik, Di bidang ekonomi, Pemkot Denpasar juga sudah melakukan menerapkan sistem pembayaran non tunai, sementara dibidang mobiltas Denpasar sudah mulai menyediakan angkutan bus sekolah gratis yang dilengkapi berbagai aplikasi yang canggih dan pemasangan sejumlah CCTV di beberapa titik strategis Kota Denpasar.

indeks kota cerdas indonesia 2018